WFH Menimbulkan Penurunan Kinerja? Ikuti Tips ini Agar Kinerja Anda Tidak Menurun pada masa WFH!
- ELF_admin
- Jul 23, 2021
- 3 min read
Oleh: Veronica Rose Gunawan

Tak dapat dipungkiri bahwa banyak sekali perubahan yang dihadapi oleh masyarakat sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Salah satu perubahan yang paling signifikan terjadi pada sektor ekonomi. Perubahan ini akhirnya berimbas pada segala bentuk aktivitas yang berlangsung pada operasional perusahaan.
Akibat pandemi Covid-19, tidak sedikit perusahaan yang akhirnya mengimplementasikan sistem kerja WFH (Work From Home). Hal ini berarti segala aktivitas di kantor berlangsung di rumah masing-masing karyawan. Penelitian terbaru menemukan bahwa tidak sedikit karyawan yang mengalami penurunan kinerja saat menjalankan pekerjaannya secara WFH.
Lalu, apa yang bisa dilakukan oleh karyawan agar produktivitasnya tetap berjalan walaupun WFH? Mari kita simak empat tips praktis berikut.
1. Terapkan Teknik 20-20-20
Menghabiskan waktu depan layar sudah menjadi makanan sehari-hari bagi karyawan terutama pada masa pandemi. Menurut penelitian terkini, memandang layar dalam jangka waktu yang terlalu lama dapat menimbulkan kelelahan pada mata yang akhirnya berujung pada penurunan produktivitas kerja. Oleh karena itu, teknik 20-20-20 wajib untuk diterapkan agar mata kita tidak kelelahan.
Dokter Dian Hadiany Rahim selaku dokter spesialis mata menjelaskan bahwa 20-20-20 berarti setiap 20 menit, melihat objek sejauh 20 kaki (+/- 6 meter) selama 20 detik. Dengan menggunakan teknik ini, beban yang dialami mata kita dapat menurun sehingga kinerja kita tetap bisa bertahan.
2. Memodifikasi Suasana Tempat Kerja
Hasil penelitian menemukan bahwa lingkungan kerja kita ternyata berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Menurut penelitian, faktor-faktor inilah yang turut berkontribusi.
Intensitas Cahaya
Pastikan lingkungan kerja Anda di rumah memiliki penerangan yang cukup sehingga Anda menjadi fokus untuk bekerja. Menurut International Labour Organization (ILO), pencahayaan yang moderat dapat meningkatkan produktivitas sebesar 10% serta penurunan terjadinya kesalahan sebesar 30%.
Suhu Ruangan
Penelitian menemukan bahwa suhu memiliki dampak yang signifikan terhadap produktivitas Anda. Oleh karena itu, atur suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin. Suhu yang terlalu panas akan membuat Anda gerah, sedangkan suhu yang terlalu dingin akan cenderung membuat tubuh Anda menggigil atau bahkan mengantuk.
Distraksi
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa individu yang terdistraksi akan memiliki motivasi kerja yang rendah. Oleh karena itu, pastikan lingkungan kerja Anda di rumah jauh dari distraksi misalnya seperti televisi, gawai, konsol game, dan lain sebagainya. Biasanya sulit sehingga ada beberapa hal yang bisa dilakukan misalnya dengan menggunakan aplikasi pembantu di gawai untuk fokus seperti Forest, Stay Focused, Self-Control dan lain sebagainya. Selain itu, persiapkan benda-benda yang Anda butuhkan untuk bekerja di sekitar lingkungan kerja Anda di rumah seperti catatan, alat tulis, dan lain sebagainya.
3. Menentukan Perencanaan Kerja untuk Diri Anda
Merancang perencanaan kerja dapat membantu kita untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal. Namun, perencanaan yang dilakukan tentunya harus realistik dan spesifik agar lebih konkret untuk dicapai.
Jadi target yang dibuat tidak perlu muluk-muluk dan sebaiknya cukup logis untuk dicapai. Salah satu teknik yang bisa Anda gunakan adalah chunking. Chunking diibaratkan seperti ketika Anda ingin memakan kue, pasti sulit untuk memakan semuanya sekaligus. Oleh karena itu, Anda pastinya akan memotong kue itu menjadi potongan-potongan kecil sehingga menjadi lebih mudah untuk memakannya. Hal yang sama juga berlaku pada tugas-tugas yang Anda miliki, cobalah “memecah” bagian-bagian dari tugas tersebut sehingga pengerjaan Anda lebih terarah.
4. Self-Care
Akhirnya, bekerja pada masa WFH tidak jauh dari kelelahan fisik atau biasanya disebut sebagai burnout. Penelitian terkini menunjukan hasil bahwa melakukan perawatan diri atau self-care dapat mengurangi burnout yang dialami seseorang. Self-care yang dilakukan seseorang cukup beragam mulai seperti makan makanan yang bergizi, memprioritaskan jam tidur, berolahraga secara rutin, meditasi, bermain game, perawatan wajah dan kegiatan lainnya yang menyenangkan.
Dengan melakukan hal-hal ini, Anda dapat meningkatkan suasana hati Anda sehingga secara mental Anda siap untuk bekerja dan memberikan seluruh kemampuan nda. Sebaliknya, bila Anda mengabaikan self-care dapat berujung pada penurunan kinerja karena munculnya stress, kesalahan dalam pekerjaan dan tentunya burnout.
Demikian tips-tips untuk mengantisipasi penurunan kinerja selama work from home. Selamat mencoba dan tetap produktif di masa pandemi.
Stay safe, stay strong and stay at home!




The transition to working from home certainly presents a unique set of challenges regarding productivity and focus, something I feel quite acutely as I navigate the rigorous demands of my current PhD research. Balancing my doctoral studies with a part-time job at last minute assignments has shown me that without a structured environment, the weight of academic responsibilities can easily become overwhelming. Having suffered through many high-stress hustles and sleepless nights during my own college days, I am now deeply conscious of the mental toll that a heavy workload can take on our well-being and performance. This personal history is why I have such a genuine interest in assisting others today; I’ve realized that when the complex logic of a…
I found the post really relatable because it explains how working from home can lower performance if we don’t manage time and focus well. Distractions at home can easily break our routine, so having a plan really matters . It reminded me of my own study days when I struggled with focus, and I once used assignment help services to keep up with deadlines. It made me realize that small changes and support can really improve productivity.