Experiencing Life Foundation Professional Work. Personal Touch.
Tags

jasa psikologi gading serpong

psikotes

Image

biro psikologi tangerang

konsultan psikologi tangerang

konsultasi psikologi gading serpong

praktik psikologi gading serpong

praktik psikologi tangerang

Aside

memilih jurusan kuliah

menemukan tujuan hidup

tujuan hidup

cara menjadi orang tua yang baik

pertimbangan untuk memiliki anak

tips mendidik anak

cemas

depresi

gejala depresi

konseling mengatasi depresi

terapi depresi

awal tahun

new year resolution

resolusi awal tahun

bahagia memberi

dampak psikologi memberi

makna natal

memberi dan kebahagiaan

biro psikologi

biro psikologi gading serpong

konseling mahasiswa

konseling remaja

menunda

procrastinator

psikotes gading serpong

homoseksual

konseling homoseksual

konseling lgbt

LGBT

lgbt psikologi

psikologi gading serpong

psikologi tangerang

terapi homoseksual

experiencing life foundation

beda karakter dan kepribadian

karakter

kepribadian

temperamen

berlian dan karbon

comfort zone

masalah hidup

psikolog gading serpong

psikolog tangerang

psikotes karyawan gading serpong

psikotes karyawan tangerang

kapan kawin

konseling pernikahan

konsultasi pranikah

APA editing

back translation

edit artikel

expert judgment

jasa edit APA

jasa penerjemah dokumen

penyuntingan dokumen

professional judgment

proofread artikel jurnal

proofread artikel penelitian

proofreading

menikah

jomblo

bahagia

status pernikahan

konseling tangerang

tes minat bakat tangerang

tes minat bakat gading serpong

konseling pranikah

lajang

pernikahan

pola asuh

orang tua

kedekatan

anak berbohong

psikologi anak

kesulitan

tekanan

konseling

kegagalan

kesuksesan

psikotes tangerang

wawancara psikotes

persiapan psikotes

tes grafis

tes gambar psikotes


By: Karel | February 08, 2018

Momofuku Ando (1910-2017) . Sumber: Wikipedia

Berapa banyak di antara kita yang belum pernah makan mie instan? Dengan waktu masak yang kurang dari 10 menit, kita dapat menikmati semangkok mie hanya dengan merebus air panas dan menuang mie serta bumbunya. Sepertinya di antara kita hampir tidak ada yang belum pernah makan mie instan, bahkan mungkin banyak dari kita yang ketagihan memakannya.


Ide menciptakan mie instan ternyata muncul dari sebuah tekanan dan kesulitan. Sejarah mencatat nama Momofuku Ando, pria berdarah Taiwan-Jepang, yang pertama kali menciptakan mie instan, juga dikenal sebagai pendiri Nissin Food, salah satu perusahaan mie instan yang dikenal oleh dunia.


Pasca Perang Dunia II, ketika Jepang kalah dari Taiwan, terjadi krisis pangan yang memaksa warga Jepang untuk hanya memakan roti dengan bahan dasar tepung gandum yang dikirim oleh Amerika Serikat. Di masa sulit seperti itu, Ando justru tidak menyerah dengan situasi yang dialaminya. Ia justru berpikir tentu akan lebih baik jika tepung itu dibuat menjadi mie daripada roti, karena mie adalah makanan yang lebih familiar bagi orang Jepang. Namun, kendala berikutnya ialah mie tidak tahan lama. Oleh karenanya, di usianya yang ke-48 pada masa itu, ia melakukan serangkaian eksperimen untuk mengeringkan mie sehingga dapat disimpan dalam waktu lama, dan berhasil menciptakan mie instan. Bukan hanya itu, ia juga dikenal sebagai penemu mie dalam gelas (cup o’noodle) karena ia melihat banyak orang yang kesulitan untuk mencari wadah yang memadai untuk membuat mie instan.

Apa yang dilakukan Ando adalah ‘bersahabat’ dengan kesulitan. Coba bayangkan jika ia menghindarinya, mengurung diri, atau berusaha lari dari kesulitan. Dengan bersahabat dengan kesulitan, muncul ide dan peluang yang akhirnya justru menjadi suatu daya lenting untuk membuat dirinya menjadi lebih baik lagi, bahkan berdampak bagi banyak orang di seluruh dunia hingga hari ini. 

Orang-orang yang sukses dalam hidupnya bukan mereka yang tidak pernah menemukan kesulitan. Justru melalui kesulitan seseorang dapat mencapai kesuksesan. Kegagalan atau kesuksesan tidak dilihat dari seberapa besar kesulitan yang dihadapi, melainkan bagaimana reaksi kita menghadapinya. Ketika menghadapi tekanan, cobalah berpikir untuk menaklukkan tantangan itu, melihat peluang di balik tantangan, daripada menyerah dan pasrah dengan situasi yang ada. 

 

 

“Sometimes we are tested not to show our weaknesses, but to discover our strength.” 

 – anonymous.

Comments:

Be the first to comment ...

Post a Comment