Experiencing Life Foundation Professional Work. Personal Touch.
Tags

jasa psikologi gading serpong

psikotes

Image

biro psikologi tangerang

konsultan psikologi tangerang

konsultasi psikologi gading serpong

praktik psikologi gading serpong

praktik psikologi tangerang

Aside

memilih jurusan kuliah

menemukan tujuan hidup

tujuan hidup

cara menjadi orang tua yang baik

pertimbangan untuk memiliki anak

tips mendidik anak

cemas

depresi

gejala depresi

konseling mengatasi depresi

terapi depresi

awal tahun

new year resolution

resolusi awal tahun

bahagia memberi

dampak psikologi memberi

makna natal

memberi dan kebahagiaan

biro psikologi

biro psikologi gading serpong

konseling mahasiswa

konseling remaja

menunda

procrastinator

psikotes gading serpong

homoseksual

konseling homoseksual

konseling lgbt

LGBT

lgbt psikologi

psikologi gading serpong

psikologi tangerang

terapi homoseksual

experiencing life foundation

beda karakter dan kepribadian

karakter

kepribadian

temperamen

berlian dan karbon

comfort zone

masalah hidup

psikolog gading serpong

psikolog tangerang

psikotes karyawan gading serpong

psikotes karyawan tangerang

kapan kawin

konseling pernikahan

konsultasi pranikah

APA editing

back translation

edit artikel

expert judgment

jasa edit APA

jasa penerjemah dokumen

penyuntingan dokumen

professional judgment

proofread artikel jurnal

proofread artikel penelitian

proofreading

menikah

jomblo

bahagia

status pernikahan

konseling tangerang

tes minat bakat tangerang

tes minat bakat gading serpong

konseling pranikah

lajang

pernikahan

pola asuh

orang tua

kedekatan

anak berbohong

psikologi anak

kesulitan

tekanan

konseling

kegagalan

kesuksesan

psikotes tangerang

wawancara psikotes

persiapan psikotes

tes grafis

tes gambar psikotes


By: Karel | October 19, 2018



Tahap psikotes sebagai bagian dari rangkaian proses seleksi karyawan di Indonesia merupakan tahap yang krusial dan bagi beberapa orang kerap dianggap sebagai momok menakutkan. Beberapa berdalih psikotes merupakan proses yang kurang efektif karena rentan terhadap kekeliruan dalam mengevaluasi seseorang. Beberapa lainnya membandingkan dengan situasi di kebanyakan negara maju, yang jarang menggunakan psikotes dalam menyeleksi karyawan. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan perusahaan masih mengandalkan hasil psikotes sebagai salah satu faktor untuk mempertimbangkan kelayakan kandidat untuk mengisi posisi yang dibutuhkan. 

 

Artikel ini mengulas 5 pandangan yang paling sering muncul terkait psikotes di lingkungan kerja...

By: Karel | February 08, 2018

Momofuku Ando (1910-2017) . Sumber: Wikipedia

Berapa banyak di antara kita yang belum pernah makan mie instan? Dengan waktu masak yang kurang dari 10 menit, kita dapat menikmati semangkok mie hanya dengan merebus air panas dan menuang mie serta bumbunya. Sepertinya di antara kita hampir tidak ada yang belum pernah makan mie instan, bahkan mungkin banyak dari kita yang ketagihan memakannya.


Ide menciptakan mie instan ternyata muncul dari sebuah tekanan dan kesulitan. Sejarah mencatat nama Momofuku Ando, pria berdarah Taiwan-Jepang, yang pertama kali menciptakan mie instan, juga dikenal sebagai pendiri Nissin Food, salah satu perusahaan mie instan yang dikenal oleh dunia.


Pasca Perang Dunia II, ketika Jepang kalah dari Taiwan, terjadi krisis pangan yang memaksa warga Jepang untuk han...

By: Karel | June 28, 2017

Mengapa anak kecil bisa berbohong tanpa diajari?

Sejak usia berapa anak kecil bisa berbohong?

Bagaimana menghadapi anak yang senang berbohong?


Simak ulasan lengkap Majalah Sang Buah Hati yang merupakan hasil wawancara dengan Karel Karsten Himawan, M.Psi., Psikolog tentang berbohong pada anak. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

By: Karel | May 12, 2017



Jumlah lajang (atau yang kerap dikenal dengan istilah ‘jomblo’) di Indonesia menunjukkan tren yang terus meningkat. Meskipun jika dibandingkan dengan di berbagai negara Barat, jumlah ini masih terbilang sedikit, tetapi jika kita lihat dari waktu ke waktu, ternyata peningkatannya terlihat cukup drastis dan konsisten. Pada tahun 2010, lebih dari seperempat penduduk berusia 35 tahun ke atas di Amerika Serikat adalah kaum lajang[1]. Di Indonesia, hasil sensus terakhir oleh Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa 1 dari 20 penduduk berusia 35-39 tahun di Indonesia ialah lajang. Jumlah ini meningkat lebih dari tiga kali lipat dibanding tiga puluh tahun yang lalu.

 

Berbagai Penyebab Munculnya Generasi Lajang

  Lalu apa yang membuat ban...

By: Karel | February 08, 2017


“Potong bebek angsa, masak di kuali, jomblo udah lama, nyesek tiap hari. Galau ke sana, galau ke sini, lalalalala…”


Begitu potongan lirik yang sudah dipelintir oleh kalangan lajang di Indonesia. Masih banyak lagi gambar (yang sering disebut MEME ~ Bahasa Inggris dari semboyan berbasis budaya) yang menggambarkan lika-liku kehidupan para lajang, yang populernya disebut jomblo. Komunitas para lajang di Jakarta bersatu dalam sebuah grup di dunia maya, menamakan diri sebagai Dewan Kesepian Jakarta. Bahkan di Bandung, Kang Emil mendedikasikan sebuah taman untuk para lajang, yang diberi nama Taman Jomblo.


Menikah memang pilihan, sehingga yang tidak menikah tidak seharusnya mendapat sorotan negatif. Namun di Indonesia, harus diakui bah...